Puteri Tukang Becak Itu Lulus Dengan IPK 3,96!

Profesi Ayah Penarik Becak,  tak menyurutkan semangat Raeni

Meski dari keluarga kurang mampu, dengan Ayah seorang penarik becak dan penjaga sekolah, Raeni berhasil membuktikan keunggulan dan prestasi akademiknya. Wanita berwajah manis iniberhasil meraih beasiswa Bidikmisi dan seringkali mendapat indeks prestasi 4.00, atau cumlaude.Prestasi itu dipertahankan hingga kelulusan hingga Raeni dianugerahi gelar wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,96. Dengan tekadnya yang kuat bagai baja, diyakini Raeni akan meraih masa depan yang lebih baik dan mampu membawa kebahagiakan keluarganya.

Kayuhan Becak sang Ayah Mengantar Raeni Wisuda

Ribuan pasang mata langsung mengarah terhadap Raeni, Selasa 10 Juni 2014. Wisudawan dari Rute Pendidikan Akuntansi Fakultas Ekonomi (FE) Unnes ini tiba ke ruangan wisuda dgn kendaraan yg tak biasa. Bukan mobil mewah atau kendaraan bermotor yang lain.
Dirinya diantar oleh ayahnya, Mugiyono, memakai becak. Iya, dirinya diboyong memanfaatkan becak. Ayah Raeni memanglah bekerja sbg tukang becak yang imangkal tidak jauh dari rumahnya di Kelurahan Langenharjo, Kendal.

Mugiyono menjadi penarik becak sesudah berakhir dan berhenti sebagai karyawan di pabrik kayu lapis. Juga Sebagai tukang becak, penghasilnnya terang tak menentu. Sekira Rp10 ribu –Rupiah 50 ribu. Guna memenuhi keperluan hidup keluarga, dirinya serta bekerja yang merupakan penjaga tengah malam suatu sekolah dengan gaji/pendapatan Rp450 ribu perbulannya.

 

2 thoughts on “Puteri Tukang Becak Itu Lulus Dengan IPK 3,96!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *