Epidural Hematoma Adalah Penyakit Yang Mematikan

Sumber gambar : emedicine.medscape.com
Menurut alodokter.com, epidural hematoma adalah suatu keadaan adanya darah keluar dan masuk yang kemudian menumpuk di dalam suatu ruang yang berada di antara dura (sebuah lapisan yang berfungsi untuk melapisi bagian otak) dan tulang tengkorak. Penyebab umum yang bisa membuat adanya darah yang bisa masuk dan juga keluar di dalam otak  biasanya adalah cedera atau luka di bagian kepala yang lumayan parah seperti cedera yang bisa membuat tulang tengkorak menjadi pecah atau retak, lapisan dura yang sobek, dan rusaknya pembuluh darah.

Otak dan kepala berpotensi mengalami tekanan dari darah yang terus menerus masuk ke dalam dan akhirnya menumpuk di antara dura dan tulang tengkorak. Hal yang akan dirasakan oleh penderita pun berbagai macam, bisa menimbulkan gangguan pada penglihatan, ganggu pada sistem gerak tubuh, hilangnya kesadaran, juga sulitnya untuk berbicara. Apabila kamu atau orang-orang di sekelilingmu ada yang menderita epidural hematoma, maka harus segera ditangani dengan tepat. Karena, masalah ini bisa mengakibatkan kematian pada seseorang.

Gejala

Setelah seseorang mengalami kecelakaan atau luka di kepala, ada beberapa gejala pada epidural hematoma. Gejala dari masalah epidural hematoma adalah biasanya muncul beberapa jam kemudian. Maka dari itu, jika kamu mengalami luka atau kecelakaan, harus segera dibawa ke dokter atau klinik terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ada pun gejala-gejala yang dirasakan, antara lain rasa mual-mual dan ingin muntah, sakit kepala, terasa linglung, kejang, rasa kantuk yang menyerang, salah satu pupil mata membesar, sesak napas, salah satu bagian tubuh mendadak lemas, dan terjadinya gangguan melihat di salah satu mata.

Penyebab

Penyebab umum untuk epidural hematoma adalah kecelakaan yang membuat tengkorak kepala menjadi retak. Seperti yang sudah ditulis di atas, robeknya lapisan pada dura pun menjadi salah satu penyebab yang paling umum atau juga robeknya pembuluh darah. Dibanding orang dewasa, pada anak-anak yang berusia 2 tahun lebih beresiko mengalami masalah ini karena tulang tengkorak yang masih belum terlalu kuat jika mengalami cedera di kepala. Selain itu juga karena lapisan atau membran yang berfungsi melapisi otak belum benar-benar menempel pada otak.

Faktor yang bisa membuat seseorang mengalami epidural hematoma antara lain manula atau manusia lanjut usia, mempunyai masalah dalam berjalan, pernah cedera di kepala, sering mengonsumsi minuman beralkohol, sedang menggunakan obat yang berfungsi sebagai pengencer darah, tidak menggunakan pelindung untuk tubuh terutama kepala ketiga melakukan kegiatan tertentu seperti olahraga maupun berkendara.

Diagnosis

Cara agar mengetahui seseorang terkena epidural hematoma adalah dengan melakukan tes neurologi, yaitu pemeriksaan pada fisik yang membantu dalam pemeriksaan untuk melihat kemampuan gerak atau sistem motorik seseorang, mental, hingga keseimbangan tubuh pasien. Tes ini memakai alat-alat yang tidak sulit, yaitu palu khusus dan juga senter.

Kemudian melakukan CT scan, yang berfungsi untuk melihat bagian dalam tubuh sehingga terlihat apakah ada kerusakan pada tulang pasien atau tidak. Selanjutnya, melakukan EEG atau elektroensefalografi yang berfungsi untuk media pengamatan adanya listrik di dalam otak.

Sedangkan untuk pengobatan epidural hematoma adalah bisa dengan obat-obatan, yaitu infus manitol untuk mengurangi takaran dari tekanan darah di kepala yang terjadi akibat penumpukan darah. Untuk penanganan penanganannya, tentu saja dengan melakukan operasi di kepala agar darah yang menumpuk pada tulang tengkorak dan lapisan dura bisa mengalir. Jika kamu memiliki riwayat alergi terhadap cairan infus, kamu bisa mengatakannya kepada dokter.

Itulah ulasan mengenai penjelasan epidural hematoma yang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Semoga artikel ini bermanfaat, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.