6 Penyakit Gigi dan Mulut pada Anak Ini Wajib Dikenali

Gigi dan mulut anak sering kali luput dari perhatian orangtua. Itu karena mereka cenderung fokus pada hal-hal yang nyata dapat teramati dari seorang anak, misalnya, berat badan anak atau kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gigi berada di rongga mulut anak yang jelas-jelas kecil sehingga sulit untuk diamati dengan cermat. Anak juga sering menolak jika orang tua meminta mereka membuka mulut.

Orangtua juga kerap tidak memahami antara gigi dan mulut yang sehat dan yang terdapat penyakit. Oleh karena itu, mari kita simak apa saja kelainan atau penyakit gigi dan mulut yang sering terjadi pada anak.

6 Penyakit Gigi dan Mulut pada Anak 

Kerusakan gigi

Awal kerusakan gigi dapat terlihat dengan adanya noda keputihan pada permukaan email gigi yang menunjukkan adanya demineralisasi email. Kerusakan gigi merupakan penyakit multifaktor dengan peran antara permukaan gigi yang rentan, bakteri, air liur, faktor diet, serta fluor.

Faktor risiko pada anak-anak adalah kegiatan mengemil yang konstan dan tingginya konsumsi gula serta tepung-tepungan (starch). Jika kebiasaan diet dan pembersihan gigi dan mulut tidak diperhatikan, kerusakan awal ini akan berlanjut menjadi karies.

Radang gusi

Radang gusi (gingivitis) terjadi karena adanya plak gigi yang terbentuk karena kebersihan mulut yang buruk. Radang gusi ini dapat diperparah dengan gizi buruk serta infeksi virus.

Radang gusi biasanya dapat membaik setelah pembuangan plak. Oleh karena itu, kunci penanganannya adalah meningkatkan kebersihan gigi dan mulut melalui gosok gigi rutin menggunakan sikat gigi yang tepat untuk anak pasta gigi berfluorida. serta penggunaan benang gigi di bawah pengawasan.

Nyeri karena tumbuh gigi

Tumbuh gigi (teething) pada anak sering kali menimbulkan keluhan berupa nyeri, berliur, hilangnya nafsu makan, dan perilaku rewel. Ada orangtua yang mengeluhkan anak demam, diare; dan gejala sistemik lain, tetapi belum didapat cukup bukti yang mendukung gejala tersebut disebabkan oleh teething.

Penanganan berupa mengurangi gejala dan pemberian obat antinyeri. Kadang, kegiatan mengunyah dapat mengurangi gejala ketidaknyarnanan. Saat ini, banyak dijual teether yang dapat mulai diberikan pada anak saat menunjukkan gejala teething.

Orangtua diharapkan dapat mengurangi gejala dengan menggosok gusi secara lembut menggunakan jari yang bersih. Pemberian buah dingin sebagai cemilan juga dapat mengurangi gejala ketidaknyamanan.

Infeksi jamur

Infeksi jamur (oral thrush) sering terjadi pada bayi dan anak kecil karena sistem imunitas belum matang. Bayi yang baru lahir biasanya mengindap infeksi jamur setelah terpapar jamur dari jalan lahir ibu saat persalinan, sedangkan bayi yang agak besar mengindap infeksi jamur setelah penggunaan antibiotik atau obat-obatan inhalasi kortikosteroid (obat asma).

Infeksi jamur terlihat sebagai lapisan tebal putih pada permukaan pipi bagian dalam, langit-langit, lidah, dan kerongkongan. Jika lapisan tebal itu diusap lepas akan menimbulkan permukaan kemerahan yang nyeri.

Gusi bengkak

Gusi bengkak karena abses gigi (gum boils) terlihat sebagai gusi kemerahan yang membulat di bawah gigi yang berlubang besar. Penanganannya adalah merawat gigi yang menyebabkan kebengkakan. Jika gigi tidak dirawat, abses bisa terus berlanjut dan menjadi kelainan lebih lanjut (fibroma). Selain itu, abses dapat mengganggu proses pembentukan benih gigi tetap.

Gusi luka akihat dorongan akar gigi

Luka pada gusi akibat dorongan akar gigi (ulkus decubitus) terlihat sebagai luka putih pada bagian tengan gusi di bawah mahkota gigi susu. Dari tengah luka akan teraba adanya akar gigi yang tajam keluar. Orang tua sering salah mengartikan dengan tanda-tanda erupsi gigi tetap.

Ulkus decubitus biasanya terjadi pada gigi susu yang berlubang besar. Penanganannya adalah pencabutan gigi susu yang dilakukan oleh dokter gigi.

Itulah 6 penyakit gigi dan mulut pada anak yang wajib Anda kenali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *