Gejala Alergi Pada Bayi Dan Cara Mencegahnya

Seorang ibu biasanya akan merasa cemas jika mendadak mendapati bayinya mengalami alergi yang cukup parah. Padahal sering kali mereka merasa sudah berusaha untuk menjaga kesehatan bayinya secara maksimal. Namun alergi pada bayi memang bukan hal yang bisa dihindari dan terkadang tidak bisa ditebak begitu saja. Oleh karena itu supaya dapat mencegah kondisi tersebut sejak dini, ketahui lebih dahulu apa yang merupakan gejala alergi dan bagaimana untuk melakukan pencegahannya.

Gejala Alergi Pada Bayi

Sebaiknya ketahui lebih dulu apa saja yang bisa menjadi ciri dan gejala alergi pada bayi. Karena beberapa ibu bisa jadi tidak mengenali gejalanya secara detail dan berpikir bahwa hal ini bukan hal yang serius. Oleh sebab itu sebaiknya amati perubahan pada tubuh bayi yang umumnya menunjukkan gejala alergi, yaitu sebagai berikut:

  • Gatal dan memerah pada kulit, umumnya bayi yang mengalami alergi akan memperlihatkan gejala berupa kulit yang sensitif. Sehingga area kulit bayi akan terasa gatal dan terdapat ruam kemerahan. Bahkan bila makin parah bisa menjadi luka yang kemudian mengalami perdarahan.
  • Batuk pilek, ada kalanya banyak ibu yang berpikir bayi mengalami batuk dan pilek merupakan bayi yang sedang sakit. Padahal jika bayi batuk dan pilek bisa saja itu merupakan salah satu gejala alergi yang terjadi tanpa disadari. Alergi bisa memberikan reaksi berupa kondisi yang mirip flu tersebut. Karena itu perhatikan durasinya dan konsultasikan pada dokter untuk diagnose yang lebih tepat.
  • Sesak nafas, sebagian besar bayi yang mengalami alergi umumnya akan mengalami kesulitan bernapas. Karena itu selalu perhatikan kebersihan lingkungan di sekitar bayi termasuk makanan yang dikonsumsi bayi.

Cara Mencegah Alergi Pada Bayi

Supaya bayi tidak mudah mengalami alergi, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk cara pencegahannya. Jika ingin tahu secara lebih jelas, sebaiknya simak cara pencegahan alergi pada bayi berikut ini:

  • Pilih makanan yang rendah protein untuk bayi yang baru saja lahir. Usahakan pula memberikan makanan yang tidak mengandung garam maupun gula. Karena sebagian bayi yang baru lahir bisa mengalami alergi terhadap laktosa maupun protein tinggi. Sehingga sangat beresiko untuk memberikan jenis makanan tersebut pada bayi yang baru belajar mengkonsumsi makanan.
  • Usahakan kebersihan di seputar lingkungan bayi, seperti misalnya pada area bermain bayi dan pada kamar tidur bayi. Usahakan untuk mencuci baju dan perlengkapan bayi secara berkala serta teratur dan usahakan untuk menjaga kondisi barang-barang yang digunakan bayi tetap higienis.
  • Sebaiknya atur supaya suhu ruangan di kamar bayi cukup stabil. Tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Hal ini akan membantu supaya kulit bayi yang sensitif tidak mudah mengalami ruam yang tidak diinginkan.
  • Jika memberikan ASI pada bayi, ada baiknya ibu memilih jenis makanan yang dikonsumsi. Karena biasanya makanan yang dikonsumsi ibu akan berpengaruh pada kualitas ASI untuk bayi. Oleh sebab itu pilih makanan yang termasuk rendah gula dan protein untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Itulah beberapa informasi penting tentang gejala alergi pada bayi dan cara mencegahnya yang efektif. Dengan demikian maka resiko bayi terpapar gejala alergi lebih bisa diminimalkan. Selain itu jika kondisi bayi bebas dari alergi tentunya bayi akan tidak mudah rewel dan lebih mudah melakukan aktivitas dalam pertumbuhannya. Dengan demikian tidak hanya kondisi bayi saja yang membaik, tetapi juga sebagai orang tua maka ibu akan merasa lebih tenang dan berkurang rasa khawatirnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.