Terapi Gen untuk Penyakit Mata

Penyakit mata langka sekarang dapat disembuhkan melalui terapi genetik. Sebuah percobaan penyembuhan mata telah dilakukan terhadap Jonathan Wyatt yang mengidap penyakit langka koroideremia beberapa waktu yang lalu.

Kebutaan tipe koroideremia (CHM) ini adalah gangguan genetik langka yang menyebabkan hilangnya penglihatan secara progresif akibat degenerasi koroid dan retina. Penyakit itu susah disembuhkan, tapi ternyata dengan penemuan terbaru ini ada harapan baru untuk kesembuhan penderitanya.

Satu yang pasti, CHM hanya terjadi pada pria dengan perbandingan 1 dari 50 ribu pria di dunia. Penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan pada kaum adam sekitar usia 40 tahun. Nah, untuk yang berusia di bawah 40 tahun, Anda berkesempatan untuk mencegahnya secara dini.

Dengan memindahkan gen seseorang, terapi itu dinilai dapat menghentikan penyakit mata itu dari kebutaan dan mengembalikan penglihatan pada orang yang telah mengalami gangguan tersebut. Terapi itu dilakukan oleh tim medis Universitas Oxford, Inggris, dengan menyuntikkan sejenis virus yang membawa salinan perbaikan gen CHM ke dalam retina penderita koroideremia. Tim medis melaporkan, enam orang yang menerima perawatan selama 6 bulan atau lebih menunjukkan peningkatan penglihatan mereka.

“Keesokan harinya saya melihat telepon genggam dan berkata, saya bisa membaca angka-angkanya! Padahal sudah lima tahun ini saya tak pernah bisa membaca angka-angka pada telepon genggam’,” Wyatt mengungkapkan kegirangannya.

Orang-orang yang terlibat dalam percobaan tersebut memiliki tingkat penurunan penglihatan berbeda-beda sebelum dilakukan terapi itu. Robert MacLaren, pemimpin tim peneliti dari Universitas Oxford tersebut berharap terapi itu juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan koroideremia sebelum ada penurunan penglihatan pada penderitanya.

Terapi semacam itu bukanlah inovasi pertama. Sebelumnya, terapi gen juga dilakukan pada orang-orang yang menderita penyakit retina bawaan Leber amaurosis. Penyakit keturunan itu menyebabkan kebutaan dan hilang daya penglihatan dari sejak kelahiran ataupun dari masa kanak-kanak.

Berbeda dengan perawatan penyakit mata Leber amaurosis, yang memhutuhkan penggartian sel yang telah mati, terapi terhadap koroideremia hanya dilakukan satu kali. Hasil penelitian ini dimuat di Genetic beberapa hari lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *