Gen Stres Tingkatkan Risiko Serangan Jantung

Beberapa orang ternyata memiliki sifat genetik yang bisa menyebabkan stres dan mereka berisiko tinggi terhadap kematian akibat serangan jantung (stroke). Dr Redford B Williams MD dari Duke University mengemukakan beberapa orang memiliki sifat genetik yang dapat memicu stres lebih cepat. Gen tersebut bahkan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung seperti yang diakibatkan oleh kebiasaan merokok. Hasil penelitian itu dimuat dalam Plos One.

Penelitian yang dilakukan peneliti yang tergabung dalam British Heart Foundation juga menyatakan bahwa stres dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. “Sifat genetik pada beberapa orang akan membuat mereka lebih sensitif terhadap stres yang membuat risiko kematian karena serangan jantung meningkat 38%,” ujarnya.

Hal itu disimpulkan setelah pengamatan dan perbandingan antara para penderita penyakit jantung dan yang bukan selama kurang lebih 7 tahun. Penelitian itu dilakukan juga dengan memperhitungkan faktor usia, obesitas, dan kebiasaan merokok. Mereka juga menyatakan terapi obat dan teknik manajemen stres dapat mengurangi risiko kematian dan kecacatan akibat serangan jantung.

Ia pun memaparkan bagaimana proses itu terjadi. Ia mengatakan ketika seseorang stres, otak akan melepaskan serotonin dan tubuh mengeluarkan hormon yang bernama kortisol. Namun pada beberapa orang dengan sifat genetik khusus, serotonin yang diterima akan memunculkan kadar kortisol lebih banyak, bahkan sampai dua kali lipat dari normal.

Peneliti berharap mampu mengidentifikasi perubahan genetik awal pada penyebab serangan jantung terhadap pasien sehingga akan lebih mudah untuk dideteksi dan segera diobati. Sekitar satu dari 10 orang dan 3% dari sekitar 6.000 pasien penyakit jantung telah dipelajari dan ditemukan terdapat perubahan genetik terkait dengan stres emosional.

Profesor Jeremy Pearson, peneliti sekaligus direktur asosiasi British Heart Foundation, juga mengungkapkan hasil yang kurang lebih sama, yakni stres dapat langsung meningkatkan risiko penyakit jantung. Dengan menemukan sebuah mekanisme dalam hubungan itu, para peneliti menyarankan untuk menangani permasalahan secara baik dan tepat, serta mengubah perilaku buruk sehingga keadaan stres dapat terhindari.

Nah, apabila Anda tidak ingin terkena serangan jantung, maka dari itu Anda harus bisa mengelola stres Anda dengan baik dengan pola makan dan pola hidup yang baik dan sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *