Cara Bakteri Bertahan Hidup

Jika Charles Darwin mengemukakan konsep Survival of the Fittest, yaitu kompetisi menjadi mekanisme penting bagi sebuah kelangsungan hidup, sejumlah peneliti baru-baru ini memiliki kesimpulan yang berbeda. Mikroba justru dapat bertahan hidup melalui kerja sama dengan saling memberi. Sebenarnya bagaimana cara bakteri bertahan hidup?

Para peneliti dari Tim Peneliti Eksperimen Ekologi dan Evolusi, Institut Ekologi Kimia Max Planck, beserta kolega mereka di Universitas Friedrich Schiller, Jerman, telah melakukan penelitian eksperimental dengan objek mikroba untuk mengetahui cara bakteri bertahan hidup. Dari hasil penelitan tersebut, mereka menyimpulkah bahwa akan lebih efisien jika mikroorganisme bakteri saling memberi makan satu sama lain demi kelangsungan hidup dan pertumbuhan mereka.

Para ilmuwan meneliti bakteri yang kekurangan dalam produksi asam amino tertentu dan karena itu bergantung pada mitra untuk menyediakan nutrisi yang hilang tersebut. Bakteri yang melengkapi kebutuhan bakteri lain dengan menyediakan asam amino yang diperlukan menunjukkan peningkatan kebugaran sekitar 20% jika dibandingkan dengan yang tanpa pasangan.

Setiap bentuk kehidupan di planet ini harus dapat beradaptasi dengan lingkungannya sebaik mungkin. Selain membiasakan diri dengan kondisi iklim dan suplai makanan, setiap spesies harus bergaul dengan organisme lain dalam habitat.

Dalam perjalanan evolusi, suatu spesies beradaptasi terus-menerus satu sama lain dan terhadap lingkungan dengan mengubah fitur genetik mereka. Itulah sebabnya mengapa suatu spesies dapat tinggal pada suhu dingin kutub ataupun di udara panas seperti di padang pasir.

Kebutuhan gizi dan regulasi metabolisme juga mendasari prinsip evolusi. Mikroba sering kali hidup dalam simbiosis dengan organisme yang lebih tinggi, tetapi mereka juga bekerja sama dengan satu sama lain dalam rangka pemanfaatan sumber daya yang tersedia bagi mereka secara optimal.

Menariknya, melihat genom bakteri bekerja sama menunjukkan beberapa dari mereka tidak dapat melakukan semua fungsi metabolisme penting pada diri mereka sendiri. Sebaliknya, mereka saling bergantung. Lingkungan mereka, yaitu organisme lain, memberikan nutrisi yang tidak dapat mereka hasilkan sendiri. Namun, hasil kerja sama tersebut juga dapat menimbulkan ketergantungan yang berisiko. Itulah cara bakteri bertahan hidup,  namun jika salah satu pasangan hilang akan berdampak pada kematian yang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *