Pentingnya Konsultasi Dokter Untuk Kesehatan Anak Balita

Ada banyak jenis susu formula yang beredar. Dan tidak mudah untuk menentukan mana yang terbaik dan cocok untuk anak. Sebab pada umumnya bayi tidak bisa asal diberikan susu formula begitu saja. Terkadang tubuh anak mengalami penolakan pada susu formula yang diberikan. Sehingga cara terbaiknya, adalah bertanya pada dokter anak untuk mengetahui, mana susu formula yang tepat untuk anak. Terutama bila anak mengalami alergi susu formula.

Lakukan konsultasi dokter anak untuk memastikan segalanya. Mengunjungi dokter lalu menceritakan semua yang terjadi pada anak. Termasuk apa yang ia konsumsi, bagaimana responya setelah mengkonsumsi sesuatu dan tindakan apa yang sudah kita berikan pada anak. Biarkan dokter yang menilai mana susu formula terbaik bagi anak kita dan memberikan penanganan.

Hanya saja, memahami terlabih dahulu mengenai alergi susu formula pada anak bisa menjadi pengetahuan yang berharga. Alergi yang terjadi pada anak terhadap susu formula disebabkan oleh respon multifungsi dari sistem imun. Di mana sistem imun di dalam tubuh yang bernama antibodi immunoglobulin E (IgE) menetralisir protein yang masuk yang dianggap sebagai alergen. Sehingga jika kamu memasukkan sesuatu ke dalam tubuh, maka IgE akan mengenalinya sebagai alergen dengan cara mengirim signal e Hestamin dan zat lain. hestamin inilah yang nantinya akan memberikan tanda alergi, seprti ruam, mata gatal, hidung berair dan lain sebagainya.

Mengenal Jenis Protein Untuk Anak

Setidaknya ada dua jenis protein yang bakal kau temui pada susu formula dari susu sapi, dan keduanya bisa menyebabkan alergi. Kedua jenis protein tersebut adalah Casein dan Whey. Casein adalah jenis protein yang ditemukan pada bagian pada susu beku. Jadi ketika susu di bekukan, pada bagian padatnya itulah protein Casein. Sementara Whey adalah jenis protein pada susu sapi yang di temukan pada bagian cair susu sapi setelah susu dibekukan. Mana yang terbaik jadi pilihan anak? Tergantung usia, pada anak di bawah satu tahun, jika ingin menggantikan ASI pilihan terbaiknya dalah campuran keduanya, dimana Whey yang lebih banyak. sekitar 60 persen.

Anak bisa saja alergi pada keduanya. Cobalah konsultasi dokter anak untuk memastikan. Tetapi bisa saja hanya pada protein whey atau casein saja. yang pasti kalau anak alergi susu sapi, bukan berarti secara otomatis anak tidak alergi susu kedelai seperti yang ada pada tayangan iklan. Bisa saja anak alergi pada susu kedelai juga. Meski memang kecenderunganya, mereka yang alergi pada susu sapi cenderung alergi pula pada susu kambing, kerbau maupun domba.

Selain dua jenis protein tadi yang bisa menyebabkan resiko, faktor tertentu juga bisa meningkatkan anak mengalami resiko alergi, semisal: alergi lain, atopic dermatis, sejarah keluarga dan juga usia anak.

Mencegah Alergi Pada Anak

Memang tidak ada cara yang pasti bagaimana cara mencegah munculnya sebuah alergi untuk pertama kali. Tetapi kalau sudah ketahuan apa yang menyebabkan alergi, kamu baru bisa menangani dan mencegahnya. Pastikan jika setelah anak mengkonsumsi susu, anak mengalami tanda atau gejala alergi, maka hentikan pemberian susu formula tersebut. Termasuk juga produk yang terbuat dari susu. Ketahui apa yang anak konsumsi dengan cara membacalabel makanan secara seksama.

Selanjutnya pastikan anak mendapatkan konsumsi terbaik. Konsumsi terbaik anak adalah ASI. Bahkan dalam banyak penelitian menyebutkan bahwa memberikan ASI pada anak dari pertama lahir hingga usia 4 bulan, mampu mencegah anak pada reaksi alergi susu formula. Jadi pastikan anak mendapatkanya. Sementara jika anak mengalami alergi susu formula, pastikan anak mendapatkan ASI secara cukup dan gunakan hypoallergenic formula untuk mencegah alergi lebih lanjut.  Hypoallergenic formula adalah obat yang akan menghancurkan protein pada susu formula. Jika kamu butuh keterangan lebih lanjut, silakan konsultasi dokter anak untuk memastikan semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *